Empat Negara Ini Bersaing Dengan China di Luar Angkasa

laboratorium-ruang-angkasa-tiangong-2-china-informasi-astronomi
Laboratorium Luar Angkasa Tiangong 2 China diluncurkan menggunakan roket Long March-2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi Provinsi Gansu China pada tanggal 15 September 2016.
(AFP/Getty Images)

Fragmen Laboratorium Luar Angkasa Taingong-1 China akan jatuh ke lokasi yang tidak diketahui di Bumi, dalam waktu antara saat ini hingga bulan April 2017, menurut U.N. Office for Outer Space Affairs. Potensi bahaya yang ditimbulkan menjelang jatuhnya Tiangong-1, menurut Stasiun Berita Xinhua, mungkin akan mencoreng citra program antariksa China yang selalu bersifat tertutup dan rahasia, untuk membuktikan kedigdayaan dan menginspirasi kepercayaan publik terhadap pemerintahan komunis.

Tapi kemalangan memang selalu tak terpisahkan dari program antariksa negara-negara manapun, walaupun China jarang mengakui ada yang tidak beres dengan upayanya. Sebagai perbandingan, Space Shuttle Challenger Amerika Serikat meledak pada tahun 1986 dan menewaskan tujuh astronot. Kecelakaan tersebut juga bukanlah satu-satunya kegagalan Amerika. Meskipun begitu, China masih mendominasi program antariksa di Asia yang dimulai sekitar tahun 1960. Badan Antariksa Nasional China telah menggelar enam misi antariksa berawak mulai dari tahun 2003, dalam serangkaian program Shenzhou generasi ke-11. Puncak keberhasilan program antariksa China adalah Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1, yang selanjutnya disusul oleh Tiangong-2.

Tapi, empat negara di Asia lainnya juga memberdayakan program antariksa mereka sendiri.

India

Negara terbesar kedua di Asia setelah China, telah berupaya mengejar ketertinggalan teknologi antariksa sejak tahun 1962, namun belum mampu menyetarakan diri dengan kemajuan teknologi Beijing. Indian Space Research Organization memfokuskan diri ke satelit untuk komunikasi, ramalan cuaca dan survei sumber daya alam. Saat peluncuran Polar Satellite Launch Vehicle yang ke-38 pada bulan Februari, India mengirim 104 satelit sekaligus. India juga telah meluncurkan pesawat antariksa lunar pertamanya pada tahun 2008.

Jepang

China telah melampaui Jepang di luar angkasa, seiring serangkaian kegagalan wahana peluncuran oleh Badan Antariksa Jepang (JAXA). “Program antariksa China telah mengungguli Jepang,” kata Richard Bitzinger, Direktur Program Transformasi Militer di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam, Singapura.

“Jepang pernah memimpin Asia di luar angkasa.” Kini mereka telah meluncurkan satelit komersial dan ilmiah secara bersamaan melalui "modest planetry exploration program" dan tengah mengembangkan upaya untuk menempatkan pendarat ke Bulan, katanya.

Jepang telah terlibat dalam program antariksa sejak tahun 1950 dan bertekad untuk menggelar misi ke bulan-bulan Mars setelah tahun 2020. Program yang dipimpin oleh JAXA dan didukung oleh pemerintah belum memiliki stasiun luar angkasa dan misi berawak.

tim-hakuto-google-lunar-x-prize-informasi-astronomi
Anggota “Tim Hakuto” dari Jepang bersaing dengan “Tim Indus” dalam kompetisi Google Lunar X Prize (GLXP).
(MANJUNATH KIRAN/AFP/Getty Images)

Korea Selatan

Dikenal karena kemajuan teknologi dan ekonominya, Korea Selatan ingin “bergabung dengan barisan negara-negara maju di bidang kedirgantaraan.” Space Generation Advisory Council, organisasi non-pemerintah yang didukung oleh PBB, masih dianggap sebagai pemula dibandingkan China. Korea Selatan meluncurkan satelit yang dikembangkan oleh perusahaan swasta pada tahun 2013 untuk mengorbit di dataran rendah. Wahana antariksa lain juga akan diluncurkan. Para pengembang di Korea Selatan kerap menyelenggarakan konferensi teknologi antariksa, sebagai salah satu cara untuk membangun kemampuan riset kedirgantaraan.

Taiwan

Seperti Korea Selatan, Taiwan adalah salah satu negara di Asia dengan tingkat teknologi yang memadai. Dan program antariksa Taiwan difokuskan ke pengembangan satelit untuk penelitian ilmiah global. Pada bulan Agustus, satelit Formosat-5 Taiwan telah diluncurkan ke luar angkasa untuk memantau permasalahan lingkungan. Seorang pejabat dari Badan Antariksa Nasional Taiwan mengatakan bahwa Taiwan kini tengah mempersiapkan Formosat-7, yang didesain untuk memindai tanda-tanda perubahan iklim. Taiwan juga mengembangkan wahana peluncuran satelit dan suborbital, enam di antaranya telah diluncurkan antara tahun 1998 dan 2010.

Ditulis oleh: Ralph Jennings, kontributor www.forbes.com


#terimakasihgoogle

Belum ada Komentar untuk "Empat Negara Ini Bersaing Dengan China di Luar Angkasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel